Jumat, 19 Juli 2019

5 Ciri-Ciri Oli Motor Harus Segera Diganti

5 Ciri-Ciri Oli Motor Harus Segera Diganti

Untuk menjaga keberlangsungan siklus mesin pada kendaraan bermotor maka harus dilakukan penggantian oli. Hal ini karena oli motor berfungsi sebagai pelumas utama di dalam mesin. Oli motor dipengaruhi oleh panas dan kerak yang timbul akibat pembakaran. Selain sebagai pelumas, oli motor berfungsi untuk meratakan panas mesin. Dengan demikian, oli motor berperan sangat penting dalam sebuah kendaraan.

Ciri-ciri Oli Motor Harus Segera Diganti

Pada umumnya, oli motor harus segera diganti apabila sudah mencapai pemakaian 3.000 km hingga 5.000 km. Tidak perlu ganti oli per bulan atau per dua bulan kalau belum mencapai interval yang telah disebutkan. Lalu, kapan sebenarnya oli motor harus segera diganti? Bagi Anda yang mengalami tanda-tanda di bawah ini, maka segeralah lakukan penggantian oli mesin. 

1. Warna Hitam Pekat dan Encer

Oli mesin yang normal pada umumnya berwarna hijau dan biru pekat. Oli mesin ini bisa berubah warna setelah terkena panas dan zat emisi atau kerak sisa pembakaran. Oli yang berwarna hitam tandanya sudah terkontaminasi zat lain, sehingga kalau terus digunakan daya lumasnya akan menurun. 

Mesin motor Anda pun akan lebih cepat mengalami aus. Untuk mengetahui oli mesin sudah tidak terpakai, cabut penutup oli lalu lihat apakah oli tersebut masih normal atau sudah berwarna hitam pekat.

2. Volume Oli Mesin Berkurang

Volume oli mesin rata-rata berada di bawah satu liter. Namun, volume normal ini bisa saja berubah seiring bertambahnya pemakaian mesin. Beberapa penyebabnya yaitu oli yang menguap saat kepanasan, oli masuk ke dalam ruang pembakaran yang menyebabkan keluarnya asap putih pada knalpot, dan ada kebocoran. 

Untuk mengetahui apakah volume oli masih normal atau sudah berkurang, caranya sama seperti nomor satu yaitu cabut penutup oli dan ukur menggunakan stik oli.

3. Suhu Mesin yang Lebih Panas

Fungsi utama oli motor ialah sebagai pelumas dan penghantar panas. Oli mesin akan menyerap panas pada area sumber panas dan saat bersirkulasi oli ini akan meratakan panas pada komponen yang dilewatinya. 

Maka kalau kondisi oli sudah memburuk, daya hantar panasnya pun ikut berkurang. Hal ini akan menyebabkan penyebaran panas yang tidak merata. Dampaknya Anda akan merasakan radiasi panas yang berlebihan.

4. Suara Mesin dan Transmisi yang Kasar

Pada motor bebek dan motor kopling, oli mesin berfungsi sebagai pelumas pada gearbox atau transmisi. Kalau tidak memakai oli, maka gesekan dan perkaitan antara roda gigi akan berisik. Namun, karena adanya oli mesin suara gesekan itu akan lebih lembut. Nah, kalau sudah mulai terdengar suara mesin dan transmisi yang kasar, artinya Anda harus segera ganti oli mesin .

5. Kalau Sudah Melewati KM 5.000

Pada motor matik, interval KM 5.000 sudah terlalu jauh kalau belum mengganti oli. Kalau mengikuti buku pedoman, interval KM 3.000 saja sudah sudah harus ganti oli. Hal ini karena pada motor matik oli mesin bekerja lebih ekstra. Sementara teknologi pada motor hanya sebatas injeksi, sehingga kinerja oli mesin sama seperti mesin karburator. Dengan demikian, Anda harus rajin memperhatikan spidometer motor Anda. 

Nah, demikianlah beberapa ciri-ciri oli motor Anda harus segera diganti. Lakukan penggantian oli secara berkala agar motor Anda lebih awet dan bisa bertahan lama. Karena oli mesin bisa dikatakan nyawa dari siklus hidup sebuah motor. 


EmoticonEmoticon